Minggu, 29 Oktober 2017

Syahadah Rasul Allah Saww.




YA RASULULLAH...



28 Shafar 11 H.  (Wafatnya Rasulullah Saw)



✏ Rasulullah Saww. menghadap ke Haribaan Ilahi

Saat itu suasana serasa hening , menanti tiba saatnya manifestasi kelembutan Ilahi itu harus berangkat ke langit yang tinggi. Kini tiba saatnya cahaya yang menerangi alam semesta ini harus pindah ke haribaan suci Ilahi. Malaikat Maut telah mendekat menghampiri Nabi Saww. untuk menerima roh yang agung itu.

Pada saat itu Nabi Saww. menoleh ke Ali , Kemudian  Nabi Saww. bersabda:

“Letakkanlah kepalaku di atas pangkuanmu. Utusan Allah telah tiba. Apabila rohku telah keluar, maka raih roh itu dan usaplah wajahmu dengannya. Kemudian hadapkanlah aku ke arah kiblat, uruslah jenazahku, dan salatilah aku. Engkaulah orang pertama yang menyalatiku. Janganlah engkau tinggalkan aku hingga engkau kuburkan aku di dalam tanah, dan mintalah bantuan kepada Allah Swt.”

Imam Ali as segera meraih kepala Rasulullah saw dan meletakkan kepala suci itu di atas pangkuannya, lalu ia meletakkan tangan kanannya di bawah dagunya. Tidak lama kemudian roh Rasulullah saw yang agung pun berangkat ,  Imam Ali As mengusap wajahnya dengan rohnya itu.

Bumi bergoncang dan cahaya keadilan pun lenyap. Oh, betapa hari-hari yang panjang ini penuh dengan kesedihan, hari yang gelap gulita tidak ada tandingannya. Telah sirna mimpi-mimpi kaum muslimin. Kaum wanita Madinah pun keluar sambil menampar-nampar pipi mereka. Suara duka dan kesedihan mereka terdengar nyaring. Para Ummul Mukminin menghempaskan jilbab-jilbab dari atas kepala sembari memukul-mukul dada. Sementara tenggorokan kaum wanita Anshar parau karena berteriak histeris.

Di antara keluarga Rasulullah saw. yang paling terpukul dan sedih adalah buah hati dan putri semata wayangnya, Sayyidah Fathimah Az-Zahrâ’ As. Ia merebahkan diri ke atas jenazah ayahanda tercinta sembari berkata dengan suara yang pilu:

“Oh, ayahku! Oh, nabi rahmatku! Kini wahyu tak ‘kan datang lagi. Kini terputuslah hubungan kami dengan Jibril. Ya Allah, susulkanlah rohku dengan rohnya. Berikanlah aku syafaat untuk dapat melihat wajahnya. Janganlah Engkau halangi aku untuk memperoleh pahala dan syafaatnya pada Hari Kiamat kelak.”

Fatimah Az-Zahrâ’ as berjalan mondar-mandir di seputar jenazah ayahandanya yang agung itu dengan duka yang mendalam. Peristiwa itu telah membungkam lidahnya , Ia hanya dapat berkata:

“Oh, ayahku! Kepada Jibril aku menyampaikan bela sungkawa ini.

Oh, ayahku! Surga Firdaus tempat ia berteduh.

Oh, ayahku! Ia telah memenuhi panggilan Tuhan yang telah memanggilnya.”

Kewafatan ayahanda tercinta telah membuat Sayyidah Fathimah Az-Zahrâ’ bisu bagaikan mayat yang tak bernyawa lagi. Betapa sedihnya Az-Zahra as , buah hati Rasulullah saw itu.

🎋Menangani Proses Pemakaman Jenazah yang Agung

Imam Ali as. menangani proses pemakaman jenazah saudara dan putra pamannya itu sambil mencucurkan air mata yang deras.

Ali As , memandikan jasad yang suci itu sambil berkata dengan suara yang lirih:

“Demi ayah dan ibuku, ya Rasulullah, dengan kepergianmu ini telah terputus kenabian dan berita langit yang tidak pernah terputus dengan kematian orang lain selainmu. Engkau dikhususkan (dengan kenabian) sehingga engkau senantiasa menjadi pelipur lara bagi orang lain, dan missimu bersifat umum sehingga seluruh manusia sama di hadapanmu.
Sekiranya engkau tidak menyuruhku untuk bersabar dan tidak melarangku untuk berkeluh-kesah, niscaya telah kutumpahkan seluruh kesedihanku, problem pun berkepanjangan, dan kesedihan pun berkelanjutan.”

Setelah selesai memandikan jasad Rasulullah Saww., Ali As. mengkafaninya dan meletakkan jasad mulia itu di atas keranda untuk dimakamkan.

😭😭😭 Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun....





Salam KOPI EDDY.

Kamis, 26 Oktober 2017

Sosialisasi Peraturan Transportasi Online



Hii Sobat KOPI EDDY, bersama TDB (TaudariBlogger) saya mendapat kehormatan untuk menghadiri Temu Komunitas dengan Menteri Perhubungan RI bapak Budi Karya Sumadi dan Jajaran Kementerian Perhubungan RI. Dalam acara "Sosialisasi Peraturan Transportasi Online " yang diadakan di Hotel Millennium, Jakarta 25 Oktober 2017. Selain TDB juga hadir komunitas- komunitas yang peduli pada urusan transportasi antara lain, : Komunitas Pencinta Damri, Jarak Aman, Bis Mania, NU Online, Edan Seputar, Dan lain- lain. Selain Menhub Budi Karya hadir pula Sekjen Kemenhub RI Sugiharjo sebagai Pembicara acara dialog yang berlangsung dengan sesi tanya- jawab.

"Pemerintah merasa perlu menjembatani persoalan transportasi yang tengah marak antara transportasi konvensional dan transportasi online " ujar Menhub mengawali sambutan.


"Maka perlu dibuat Peraturan dari Kemenhub agar kepentingan  pihak penyedia transportasi dan masyarakat pengguna transportasi " lanjut pak Budi Karya sambil menguraikan polemik seputar dunia perhubungan di negeri ini khususnya di kota- kota besar seperti Jakarta dan Sekitarnya.

Oo iya sobat KOPI EDDY, selain dialog kami juga diberikan buku tentang "Sosialisasi Peraturan Transportasi Online " berisi tentang hal- hal penting berupa putusan MA, Uji Material, Rumusan Peraturan Menteri dan hal penting lainnya.


Inilah sebagian butir buku di atas. Tindak lanjut putusan Mahkamah Agung Nomor 37/P.HUM/2017 tanggal 20 Juni 2017 Tentang Permohonan Hak Uji Material Terhadap PM 26 Tahun 2017.
1. Putusan Mahkamah Agung merupakan putusan yang bersifat Final and Binding yang in tiny mengatur serahkan ketentuan dalam PM 26 Tahun 2017 (14 Pasal/9 Substansi).
2. Masa tenggang waktu selama 90 (sembilan puluh) hari sejauh sarinah Putusan Mahkamah Agung di terima termohon (sesuai Pasal 8 ayat (2) Perma 1 Tahun 2011
3. Konsolidasi internal Kementerian Perhubungan, termasuk mengundang para Pakar Hukum.

Materi yang diberikan oleh Panitia, mengatur berbagi hal seperti,
– Maksud dan tujuan revisi PM 26 Tahun 2017
– Aspek pertimbangan penyusunan substansi revisi PM 26 Tahun 2017
– Rumusan rancangan peraturan menteri.
Substansi
1. Argometer Taxi
2. Tarif
3. Wilayah operasi
4. Kouta / Perencanaan kebutuhan
5. Persyaratan minimal 5 (lima) kendaraan.
6. Bukan kepemilikan kendaraan bermotor
7. Domisili TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor)
8. SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe)
9. Peran aplikator

Hal terpenting lainnya,
1. Stiker ASK
2. Memiliki SIM umum
3. Kewajiban Asuransi
4. Kewajiban Aplikator
5. Ketentuan Peralihan
6. Ketentuan Penutup
Peraturan Menteri ini akan diberlakukan efektif mulai tanggal 1 November 2017



Menteri Budi Karya mengharapkan agar para blogger dan komunitas transportasi dapat menyebarkan Peraturan Transportasi Online kepada  masyarakat luas agar  #PahamiAturanTaxiOnline

Demikian sobat KOPI EDDY, semoga tulisan ini bisa menjadi media untuk diketahui bersama.



Salam KOPI EDDY.

Enviplast Ciptakan Kantong Paling Ramah Lingkungan



Hii Sobat KOPI EDDY, taukah apa itu  Enviplast? Produk ini adalah terobosan di industri kantong. Enviplast bukan kantong biasa. Pasalnya, bahan pembuatan Enviplast bukan dari plastik, tapi tepung tapioka atau pati. Hingga saat ini, komposisi pati yang terkandung dalam setiap produk Enviplast mencapai angka 40% dan ditargetkan bisa mencapai 60%.

Kehadiran Enviplast tidak hanya sebagai jawaban atas solusi alternatif kantong yang praktis bagi masyarakat, tapi juga mendukung upaya pelestarian alam dan prospeknya cerah untuk memperkuat perekonomian nasional.

“Enviplast adalah sebuah terobosan baru, karena tidak terbuat dari bahan yang berasal dari minyak bumi. Bahan utama Enviplast terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat diperbaharui, seperti tepung singkong (atau pati alami lainnya), turunan minyak nabati dan bahan alami lainnya. Hal ini menjadikan Enviplast ramah lingkungan, aman bagi pertumbuhan tanaman, dan tidak berbahaya bagi hewan-hewan, baik di daratan maupun di dalam air,” ujar Herman Moeliana, Presiden Direktur PT Inter Aneka Lestari Kimia.



Sebelum Enviplast diluncurkan ke pasar, riset mendalam telah dilakukan. Tahun 2008, Herman yang juga founder perusahaan IALK bersama tim sudah meneliti proses pembuatan Enviplast. Selanjutnya, edukasi pasar dilakukan sembari memperkenalkan Enviplast ke publik. Setidaknya pada ajang olahraga bergengsi di Palembang, yaitu Sea Games ke-26 tahun 2011, kantong Enviplast pertama kali diluncurkan ke masyarakat.

Sejauh ini Enviplast sudah diproduksi lebih dari 300 ton kantong plastik berbahan singkong yang dihasilkan dari perkebunan di Lampung. Yang menarik, dari hasil penelitian tim Enviplast, produk inovatif ini terurai dalam jangka 3-6 bulan di lingkungan alami. Sedangkan sisa uraiannya menjadi kompos yang aman untuk lingkungan plus makhluk hidup.

Enviplast merupakan polimer biodegradable, yang dapat terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme dan air. Hasil uraian Enviplast adalah karbondioksida (CO2), air (H2O) dan biomasa. Enviplast juga termasuk bahan compostable, yaitu dapat menjadi kompos di dalam tanah. Hal ini  akan menambah kemampuan tanah untuk mengikat air, sehingga meningkatkan daya serap air dari tanah.


Selain oleh mikroorganisme, Enviplast juga dimakan oleh binatang seperti serangga, siput, serta hewan kecil lainnya, baik di darat maupun di air, tanpa menimbulkan akibat buruk seperti efek racun atau bahaya lainnya.

Berbeda dengan plastik konvensional, Enviplast sangat ramah lingkungan, yang bisa ditunjukkan bila Enviplast ada di dalam air akan melunak dan tenggelam, sehingga memudahkan terdegradasi dan dimakan oleh mikro/makro organisme, serta tidak menyumbat saluran pembuangan air. Enviplast juga tidak menghasilkan gas kimia berbahaya atau residu lelehan bila dibakar.



Kelebihan Enviplast akan larut dan menjadi lembek jika terkena air. Namun,  akan tetap utuh jika terkena minyak panas, bensin maupun sulfat. Tapi, untuk masalah kekuatan menahan kapasitas beban, Enviplast kalah dengan plastik pada umumnya. Walaupun demikian, yang harus diedukasi kepada masyarakat adalah proses produksi dan hasil akhir produk akan menyelamatkan lingkungan dan generasi anak cucu kita. Sebab, Enviplast tidak seperti plastik yang menggunakan bahan dasar minyak bumi.

Sekadar informasi kantong Enviplast memiliki kepadatan 1,25-1,27 g/cm kubik dan Melt Flow Index (ASTM D882) 0,5-5,0 g/10min. Sementara titik lelehnya (Melting Point) berkisar di angka 140-160 derajat Celcius dengan kekuatan renggang mencapai 4-8 MPa.

Kendati Enviplast adalah produk kantong yang ramah lingkungan, tapi penjualannya belum terlalu meluas. Mengapa? Rupanya, kesulitan pemasaran saat ini adalah harga Enviplast terbilang di atas tas kresek atau kantong plastik pada umumnya. Perbandingan harganya bisa selisih 2-2,5 kali kantong plastik biasa. Jadi, perlu waktu untuk sosialisasi dan edukasi pasar lebih luas.

Manfaat produk Enviplast kini banyak digunakan sebagai kantong belanja, kantong pembungkus baju, celemek sekali pakai hingga pembungkus peralatan elektronik, spare parts, dan sebagainya.

Ke depan, berharap Enviplast dapat menjadi ikon Indonesia di mata dunia. Itulah sebabnya pihaknya gencar mengedukasi pasar. “Untuk tiga sampai empat tahun ke depan, Enviplast  tidak menargetkan keuntungan. Namun, Enviplast masih akan fokus pada edukasi pasar, termasuk gerliya sekaligus pendekatan kepada decision maker di perusahaan terkait program Corporate Social Responsibility yang peduli lingkungan atau go green,” tegas Herman.


Demikian info tentang Enviplast yang beberapa waktu lalu kami sambangi di pabrik nya di daerah Balaraja, Banten.

Semoga bermanfaat bagi pengetahuan kita tentang produk ramah lingkungan.

Salam KOPI EDDY.






Pameran Sun Life Edufair 2017


Hiii sobat KOPI EDDY, senang banget bisa menulis acara pendidikan yang diselenggarakan oleh @SunLife_ID berupa Pameran #SunLifeEduFair2017 di Kota Kasablanka Mall, Jakarta tanggal 20-22 Oktober 2017.

Bersama para @BloggerMungil, kami menghadiri keseruan acara pendidikan serta pengetahuan seputar cara mendidik anak- anak agar dapat berprestasi dari sekolah-sekolah  top dan yang terpenting mendapat info cara memanaged keuangan untuk biaya pendidikan anak- anak kita tentunya.

Yuukk kita mulaaiii....


Sun Life Edufair 2017 adalah acara yang sudah  kali ke dua dengan menampilkan  20 sekolah dasar formal dan 5 sekolah non formal di wilayah se-Jabodetabek. Masing- masing sekolah mempertunjukkan kebolehan dalam bidang kesenian sampai bidang   tehnologi termasuk workshop bidang robotic, coding dan jurnalistik.


Para pakar pendidikan  anak seperti kak Seto, Agus Ringgo, Sabai dan Mona Ratuliu tak ketinggalan memberikan masukan dan pengalaman sebagai tokoh anak maupun sebagai orangtua umumnya.


Yang menarik dari acara pameran  Sun Life tahun ini adalah  sesi konsep  "Brighter Class" semacam open house di mana pihak sekolah dapat menampilkan profil sekolahnya secara eksklusif dan menyeluruh kepada orangtua. Segala kemampuan anak- anak didik dari sekolah top rank ini tak lepas dari perencanaan matang para orangtua yang serius membiayai dan mensupport anak- anaknya, dan Sun Life Financial sebagai asuransi jiwa  memenej perencanaan tersebut hingga sampai tahap akhir.



Nah begitulah keseruan acara Pameran Sun Life Edufair 2017.
Sampai ketemu lagi yaa sobat KOPI EDDY di acara lainnya.

Salam KOPI EDDY.

Selasa, 16 Mei 2017

Sejarah Syekh Siti Jenar Yang Sebenarnya




SEJARAH SYEKH SITI JENAR YANG SEBENARNYA
===============================

Oleh: KH. Shohibul Faroji Al-Robbani

Nama asli Syekh Siti Jenar adalah Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. Kemudian setelah dewasa mendapat gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan ketika datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia mendapat gelar Syaikh Siti Jenar atau Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit.

Syaikh Siti Jenar adalah seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Nasab lengkapnya adalah Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan ’Ali] bin Sayyid Shalih bin Sayyid ’Isa ’Alawi bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin bin Sayyid ’Abdullah Khan bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath bin Sayyid 'Ali Khali Qasam bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir bin Sayyid 'Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid 'Isa An-Naqib bin Sayyid Muhammad An-Naqib bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi bin Imam Ja'far Ash-Shadiq bin Imam Muhammad al-Baqir bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin bin Imam Husain Asy-Syahid bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Sejak kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an dan Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an usia 12 tahun.

Kemudian ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka ia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, yaitu Sayyid Shalih, diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Saat itu. KesultananMalaka adalah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar dan ayahnya bermukim di Malaka.

Kemudian pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah kepada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih (ayah Siti Jenar) kepada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Pada akhir tahun 1425 M. Sayyid Shalih beserta anak dan istrinya pindah ke Cirebon. Di Cirebon Sayyid Shalih menemui sepupunya yaitu Sayyid Kahfi bin Sayyid Ahmad.

Posisi Sayyid Kahfi di Cirebon adalah sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dari sanad Utsman bin ’Affan. Sekaligus Penasehat Agama Islam Kesultanan Cirebon. Sayyid Kahfi kemudian mengajarkan ilmu Ma’rifatullah kepada Siti Jenar yang pada waktu itu berusia 20 tahun. Pada saat itu Mursyid Al-Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyah ada 4 orang, yaitu:
1. Maulana Malik Ibrahim, sebagai Mursyid Thariqah al-Mu’tabarah al-Ahadiyyah, dari sanad sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan sekitarnya

2. Sayyid Ahmad Faruqi Sirhindi, dari sanad Sayyidina ’Umar bin Khattab, untuk wilayah Turki, Afrika Selatan, Mesir dan sekitarnya,

3. Sayyid Kahfi, dari sanad Sayyidina Utsman bin ’Affan, untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Sumatera, Champa, dan Asia tenggara

4. Sayyid Abu Abdullah Muhammad bin Ali bin Ja’far al-Bilali, dari sanad Imam ’Ali bin Abi Thalib, untuk wilayah Makkah, Madinah, Persia, Iraq, Pakistan, India, Yaman.

Kitab-Kitab yang dipelajari oleh Siti Jenar muda kepada Sayyid Kahfi adalah Kitab Fusus Al-Hikam karya Ibnu ’Arabi, Kitab Insan Kamil karya Abdul Karim al-Jilli, Ihya’ Ulumuddin karya Al-Ghazali, Risalah Qushairiyah karya Imam al-Qushairi, Tafsir Ma’rifatullah karya Ruzbihan Baqli, Kitab At-Thawasin karya Al-Hallaj, Kitab At-Tajalli karya Abu Yazid Al-Busthamiy. Dan Quth al-Qulub karya Abu Thalib al-Makkiy.

Sedangkan dalam ilmu Fiqih Islam, Siti Jenar muda berguru kepada Sunan Ampel selama 8 tahun. Dan belajar ilmu ushuluddin kepada Sunan Gunung Jati selama 2 tahun.

Setelah wafatnya Sayyid Kahfi, Siti Jenar diberi amanat untuk menggantikannya sebagai Mursyid Thariqah Al-Mu’tabarah Al-Ahadiyyah dengan sanad Utsman bin ’Affan. Di antara murid-murid Syaikh Siti Jenar adalah: Muhammad Abdullah Burhanpuri, Ali Fansuri, Hamzah Fansuri, Syamsuddin Pasai, Abdul Ra’uf Sinkiliy, dan lain-lain.

KESALAHAN SEJARAH TENTANG SYAIKH SITI JENAR YANG MENJADI FITNAH adalah:
1. Menganggap bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Sejarah ini bertentangan dengan akal sehat manusia dan Syari’at Islam. Tidak ada bukti referensi yang kuat bahwa Syaikh Siti Jenar berasal dari cacing. Ini adalah sejarah bohong. Dalam sebuah naskah klasik, Serat Candhakipun Riwayat jati ; Alih aksara; Perpustakaan Daerah Propinsi Jawa Tengah, 2002, hlm. 1, cerita yg masih sangat populer tersebut dibantah secara tegas, “Wondene kacariyos yen Lemahbang punika asal saking cacing, punika ded, sajatosipun inggih pancen manungsa darah alit kemawon, griya ing dhusun Lemahbang.” [Adapun diceritakan kalau Lemahbang (Syekh Siti Jenar) itu berasal dari cacing, itu salah. Sebenarnya ia memang manusia yang akrab dengan rakyat jelata, bertempat tinggal di desa Lemah Abang]….

2. “Ajaran Manunggaling Kawulo Gusti” yang diidentikkan kepada Syaikh Siti Jenar oleh beberapa penulis sejarah Syaikh Siti Jenar adalah bohong, tidak berdasar alias ngawur. Istilah itu berasal dari Kitab-kitab Primbon Jawa. Padahal dalam Suluk Syaikh Siti Jenar, beliau menggunakan kalimat “Fana’ wal Baqa’. Fana’ Wal Baqa’ sangat berbeda penafsirannya dengan Manunggaling Kawulo Gusti. Istilah Fana’ Wal Baqa’ merupakan ajaran tauhid, yang merujuk pada Firman Allah: ”Kullu syai’in Haalikun Illa Wajhahu”, artinya “Segala sesuatu itu akan rusak dan binasa kecuali Dzat Allah”. Syaikh Siti Jenar adalah penganut ajaran Tauhid Sejati, Tauhid Fana’ wal Baqa’, Tauhid Qur’ani dan Tauhid Syar’iy.

3. Dalam beberapa buku diceritakan bahwa Syaikh Siti Jenar meninggalkan Sholat, Puasa Ramadhan, Sholat Jum’at, Haji dsb. Syaikh Burhanpuri dalam Risalah Burhanpuri halaman 19 membantahnya, ia berkata, “Saya berguru kepada Syaikh Siti Jenar selama 9 tahun, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bahwa dia adalah pengamal Syari’at Islam Sejati, bahkan sholat sunnah yang dilakukan Syaikh Siti Jenar adalah lebih banyak dari pada manusia biasa. Tidak pernah bibirnya berhenti berdzikir “Allah..Allah..Allah” dan membaca Shalawat nabi, tidak pernah ia putus puasa Daud, Senin-Kamis, puasa Yaumul Bidh, dan tidak pernah saya melihat dia meninggalkan sholat Jum’at”.

4. Beberapa penulis telah menulis bahwa kematian Syaikh Siti Jenar, dibunuh oleh Wali Songo, dan mayatnya berubah menjadi anjing. Bantahan saya: “Ini suatu penghinaan kepada seorang Waliyullah, seorang cucu Rasulullah. Sungguh amat keji dan biadab, seseorang yang menyebut Syaikh Siti Jenar lahir dari cacing dan meninggal jadi anjing. Jika ada penulis menuliskan seperti itu. Berarti dia tidak bisa berfikir jernih. Dalam teori Antropologi atau Biologi Quantum sekalipun.Manusia lahir dari manusia dan akan wafat sebagai manusia. Maka saya meluruskan riwayat ini berdasarkan riwayat para habaib, ulama’, kyai dan ajengan yang terpercaya kewara’annya. Mereka berkata bahwa Syaikh Siti Jenar meninggal dalam kondisi sedang bersujud di Pengimaman Masjid Agung Cirebon. Setelah sholat Tahajjud. Dan para santri baru mengetahuinya saat akan melaksanakan sholat shubuh.“

5. Cerita bahwa Syaikh Siti Jenar dibunuh oleh Sembilan Wali adalah bohong. Tidak memiliki literatur primer. Cerita itu hanyalah cerita fiktif yang ditambah-tambahi, agar kelihatan dahsyat, dan laku bila dijadikan film atau sinetron. Bantahan saya: “Wali Songo adalah penegak Syari’at Islam di tanah Jawa. Padahal dalam Maqaashidus syarii’ah diajarkan bahwa Islam itu memelihara kehidupan [Hifzhun Nasal wal Hayaah]. Tidak boleh membunuh seorang jiwa yang mukmin yang di dalam hatinya ada Iman kepada Allah. Tidaklah mungkin 9 waliyullah yang suci dari keturunan Nabi Muhammad akan membunuh waliyullah dari keturunan yang sama. Tidak bisa diterima akal sehat.”

Penghancuran sejarah ini, menurut ahli Sejarah Islam Indonesia (Azyumardi Azra) adalah ulah Penjajah Belanda, untuk memecah belah umat Islam agar selalu bertikai antara Sunni dengan Syi’ah, antara Ulama’ Syari’at dengan Ulama’ Hakikat. Bahkan Penjajah Belanda telah mengklasifikasikan umat Islam Indonesia dengan Politik Devide et Empera (Politik Pecah Belah) dengan 3 kelas:
1) Kelas Santri (diidentikkan dengan 9 Wali)
2) Kelas Priyayi (diidentikkan dengan Raden Fattah, Sultan Demak)
3) Kelas Abangan (diidentikkan dengan Syaikh Siti Jenar)

Wahai kaum muslimin melihat fenomena seperti ini, maka kita harus waspada terhadap upaya para kolonialist, imprealis, zionis, freemasonry yang berkedok orientalis terhadap penulisan sejarah Islam. Hati-hati jangan mau kita diadu dengan sesama umat Islam. Jangan mau umat Islam ini pecah. Ulama’nya pecah. Mari kita bersatu dalam naungan Islam untuk kejayaan Islam dan umat Islam.

Rabu, 29 Maret 2017

Expose Wisata Banyumas Kota "1001 Curug "



Salam KOPI, Kami blogger TDB (Tau Dari Blogger) dan beberapa rekan blogger lain dan media online menghadiri acara Expose Pariwisata dalam Rangka Promosi Pariwisata Nusantara di Rumah Makan Handayani, Matraman Jakarta Timur. Hadir sebagai pembicara Drs. Saptono Supriyanto, Kadisbudpar Banyumas  juga Djoko Haryanto Kepala UPT Pariwisata Baturraden, Eko Priyono Putro Kasi Pemasaran dan Promosi Pariwisata Banyumas, dan Anita Ekawati Staf Teknis Dinporabudpar.

Acara penuh keakraban ini mengetengahkan wajah Banyumas yang kental dengan gaya khas yaitu logat ngapak terutama pak Saptono yang begitu tampak familier menyapa dan berbincang- bincang kepada kami, awak media.

Dari penjelasan dan uraian tentang Banyumas, para media dibuat surprise karena selama ini kita mengenal Banyumas seputar wisata  Baturaden saja, atau kuliner Mendoan saja atau logat khas Ngapak nya... Ternyata di Banyumas banyak terdapat wisata- wisata menarik baik alam, gedung, kuliner maupun kesenian dan kerajinan khas nya.

"Kami jamin pengunjung atau wisatawan akan terpesona melihat keindahan alam, juga sarana dan prasana yang kami tingkatkan demi pelayanan purna. Dan jangan khawatir harga terjangkau termasuk makanan dan oleh- oleh sangat murah di sana.  " kata Eko Priyo Putro berpromosi.


Inilah beberapa tempat  wisata yang menarik utk dikunjungi.



1. Alun-alun Kota Lama Banyumas

Berada 18 km dari Purwokerto. Jaman dahulu, alun-alun merupakan penanda pusat pemerintahan, dan ditanami pohon beringin sebagai lambang pengayom rakyat.

2. Batur Agung Mount of Fun

Desa Baseh, Kecamatan Kedung Banteng, di kaki Gunung Slamet, dengan waterpark, kolam pemancingan, flying fox, dan arung jeram Kali Logawa.

3. Baturraden Adventure Forest

Kawasan wisata Baturraden, sebelum Telaga Sunyi, merupakan wahana ekowisata dan petualangan rimba, gunung, dan sungai.

4. Bendung Gerak Serayu

Bendung Sungai Serayu yang menggantikan fungsi Pompa Air Banjarsari, dibangun pada 1993 dan diresmikan pada 1996.

5. Bumi Perkemahan Baturaden

Perkemahan sejuk di kawasan Baturraden, yang sering digunakan para pecinta alam dan digunakan sebagai tempat Jambore Nasional Gerakan Pramuka.

6. Bumi Perkemahan Kendalisada

Desa Kaliori, Kalibagor, seluas 20 ha dilengkapi gedung Serba Guna, asrama, motor cross, terbang layang, dan rekreasi.

7. Crossworld Paintball

Jalan Ringin Tirto No: 69, di belakang perumahan Permata Hijau Purwokerto, dengan arena paint ball, mini food court, meja bilyar, paint ball equipment shop.

8. Curug Bayan Kalipagu

Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, di Kali Banjaran, beberapa puluh langkah ke arah hulu dari Dam Jepang.

9. Curug Belot

Desa Rempoah, Baturraden, dengan air deras, namun belum banyak disentuh dan masih alami.

10. Curug Ceheng

Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, yang menampilkan keindahan air terjun yang dihiasi satwa lawa (sejenis kalong) yang beterbangan di sekitarya.

11. Curug Cipendok

Desa Karangtengah, Kec Cilongok, dengan ketinggian 92 m, hawanya sejuk, lokasinya cukup mudah dicapai, bisa menikmati mendoan dan susu murni saat menuju curug.

12. Curug Gede

Desa wisata Ketenger, 3 km dari lokasi wisata Baturraden. Di tempat ini wisatawan dapat menikmati air terjun dengan keindahan alam dan aneka lempeng batu.

13. Curug Gomblang

Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, sekitar 3 km dari Baturraden, dengan ketinggian air terjuan mencapai 25 meter, medan tempuhnya cukup berat dengan berjalan kaki.

14. Curug Gumawang

Berada di dalam kompleks Lokawisata Baturraden, sehingga juga disebut sebagai Curug Baturraden, dengan ketinggian air terjun sekitar 25 meter.

15. Curug Gumawang Kemawi

Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, terdiri dari sekitar 7 tingkatan, paling besar yang nomor 2 dari bawah, sekitar 800 m dari jalan aspal namun aksesnya cukup sulit.

16. Curug Pengantin Kalipagu

Igir Rambat, 4 km dari Dusun Kalipagu, ditempuh melalui Batur Semendeh dan hutan lindung, dengan ketinggian curug 50 m.

17. Curug Pengantin

Berada di tengah hutan Dusun Parduli, Desa Kracak, Ajibarang, tinggi air terjun 2 m, namun dipercaya bahwa mandi di sini menolak bala dan mempercepat jodoh.

18. Curug Song

Desa Kalisalak, Kebasen, dengan ketinggian air terjun sekitar 30 meter, dengan akses masih cukup sulit, ada sarang burung walet.

19. Dam Jepang Kalipagu

Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, yang merupakan bendungan peninggalan dari jaman pendudukan Jepang.

20. Dream Land Spring Water

Jalan Pabrik Tapioka, Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, dengan Air terjun, Arum Jeram, Flying Fox, Kolam Arus, Kolam Seribu Air, Kolam Terapi Ikan, Taman Pasir, Taman Batu, Taman Burung, Taman Reptil, Water Boom, Water Park.

21. Gardu Pandang Baturaden

Di dalam kawasan hutan wisata Baturaden yang berada di lintasan menuju ke lokasi Pancuran 7, dengan pemandangan luas ke daerah Baturaden dan sekitarnya.

22. Goa Maria

Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, dibangun 1989, Paus Yohanes Paulus II memberkati Patung Bunda Maria dan menandatangani Prasasti Goa Maria Kaliori pada 10 Oktober 1989 di Yogyakarta.

23. Gua Sara Badak

Sebuah gua yang berada 50 m dari Pancuran Pitu, tempat pertemuan aliran air panas yang mengandung belerang, dengan air dingin, dengan bebatuan warna keemasan yang menakjubkan.

Dan masih banyak tempat menarik  lainnya yang sayang untuk dilewati.

Melihat banyaknya tempat wisata di Banyumas, wajar saja Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispubpar Banyumas mentargetkan tahun 2017 sebanyak 1,6 juta wisatawan.

Dan ada diskon lho bagi 100 orang rombongan wisata yang ke sana... Ayoo serbuuu...

Oo iya sobat pembaca, untuk menambahi info tentang Kota dan Kabupaten Banyumas, saya update sekalian tentang kota 1001 curug secara geografis.

~Banyumas Selayang Pandang

Wilayah Kabupaten Banyumas terletak di sebelah barat daya dan merupakan bagian dari Propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Banyumas +/- 1.327,60 km2 atau 132.759,56 ha dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan, dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pekarangan dan pemukiman, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan.


Salam Kopi.







Kamis, 02 Februari 2017

Syukuran Jelang Pembuatan Film "Chrisye"



"Resah rintik hujan yang tak henti menemani...".

Sebait lirik lagu Chrisye terdengar di dalam halaman Rolling Stones Cafe, tempat prescon film "Chrisye"  berlangsung siang ini (1/2).
Sambil menunggu acara dimulai, pikiran saya terbawa melayang ke belakang di mana lagu- lagu Chrisye yang terdengar sangat familier. Yaa Chrisye memang salah satu penyanyi top yang suaranya khas dan lembut serta punya kharisma dalam menyanyikan setiap lagu....

Kini, Chrismansyah Rahadi (nama lengkap Chrisye) yang lahir pada tanggal 16 September 1949 telah berpulang ke rahmatullah pada usia 57 tahun, tepatnya 30 Maret 2007 yang lalu. Karya- karyanya yang ditinggalkan menjadi legenda bagi pencinta musik Indonesia.

Untuk mengenang jasa dan perjalanan penyanyi yang bergenre Pop dan  Progressive Rock ini, sebuah Produksi Film yaitu MNC Production ingin menvisualisasikan dalam sebuah film berjudul "Chrisye". Rencana pembuatan filmnya tanggal 17 Februari 2017 dan tayang pada tanggal 16 September 2017 yang akan datang.

Hadir dalam prescon antara lain : Toha Essa (Produser), Affandi Abdul Rachman (Eksekutif Produser), Rizal Mantovani (Sutradara), Vino G Bastian (Pemeran Chrisye), Velove Vexia (sebagai Damayanti, Istri Chrisye), Guruh Soekarnoputra ( Musisi sekaligus Sahabat Alm. Chrisye), Bens Leo (Pengamat Musik), Teuku Wisnu Wikana (Pemain Film) dan Tokoh lainnya termasuk para fansclub Chrisye.

"Motivasi kami membuat film ini adalah agar semangat almarhum Chrisye tetap terpatri di dada para musisi untuk terus berkarya demi kemajuan industri musik di tanah air " demikian sambutan dari Toha Essa.

Acara ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur dan doa agar pembuatan film "Chrisye" berlangsung lancar dan sukses.

Hujan masih terus menemani acara yang penuh kesederhanaan, saya bersama rekan blogger TDB tetap menikmati lagu indah yang diulang -ulang.


"Jangan kau risaukan airmata yang jatuh membasahiku...
Harusnya kau berpikir sungguh besar artimu bagi diriku....
Selamat jalan kekasih, doaku untukmu..."


Salam KOPI.