Sabtu, 22 Oktober 2016
Bersama TDB, TransJakarta Test "Rawamangun ke Sudirman 35 Menit "
TransJakarta terus melakukan gebrakan sebagai jawaban atas profesionalism kinerja untuk kenyamanan dan ketepatan waktu pengguna moda sampai ke tempat tujuan.
Kita maklum bahwa kemacetan selalu menjadi momok warga kota yang ingin melakukan kerja dan aktifitas yang berhubungan dengan waktu.
TransJakarta atau disingkat Tije ini menjawab tantangan atau masalah pelik yang sudah menjadi "ikon buruk " kota besar tersebut. Dengan melakukan berbagai perbaikan dan solusi, Tije belum lama ini menggelar uji coba ketepatan waktu dengan rute "Rawamangun ke Sudirman 35 menit ". Kenapa rute ini yang diambil...? Menurut saya adalah karena jalur Pulogadung- Dukuh Atas adalah jalur ramai yang pengguna Tije banyak berasal dari shelter Rawamangun yaitu mulai dari TU Gas, Layur, Arion, Velodrome, Sunan Giri dan UNJ, sedangkan setelah sampai Dukuh Atas pengguna masih harus transit ke shelter arah Kota atau Blok M atau Grogol misalnya.
Nah inilah yang membuat Tije membuat jalur baru yaitu TU Gas- Grogol dan TU Gas- Bundaran Senayan. Dan selama ini bus jurusan ini semakin ke sini semakin ramai terutama jam sibuk. Sebagai moda ternyaman dan termurah di Indonesia, Tije tak puas hati. Perhitungan ketepatan waktu juga menjadi sorotan manajemen sebagai tolok ukur keprofesionalan juru mudi Tije.
Bersama Tau Dari Bloger (TDB), kemarin Tije melakukan test ketepatan waktu rute Rawamangun ke Sudirman 35 Menit, dengan mengambil start waktu dari Shelter Layur, Jalan Pemuda dan berakhir di Shelter Tosari, Jalan Sudirman.
Pak Budi Kaliwono, Direktur Utama Tije melakukan test pada pukul 07.00wib dan sampai pada pukul 07.35wib. Ini artinya waktu yang ditempuh adalah tepat... juru mudinya hebat yaa pak,..Hehee...
Sedangkan di Shelter yang sama blogger TDB yaitu saya, ditemani mas Damantoro dan mas Ali melakukan test pada pukul 07.15wib dan sampai pada pukul 07.55wib. atau dengan waktu tempuh 40 menit. Jadi ada selisih waktu dengan pak Bekael (sebutan akrab pak Dirut Tije) adalah 5 menit.
Menurut mas Damantoro yang memegang stopwatch mengatakan "Menarik sekali tadi melihat kemajuan dalam perbaikan operasi Tj terutama perbaikan waktu tempuh. Dengan waktu tempuh 35-40 menit untuk jarak 10 km berarti kecepatan reratanya 15-17 km/jam. Itu karena segmen Proklamasi - Sudirman masih mix traffix dgn 5 lampu merah"
"Sebagai info system BRT yg jalur dedicatednya steril dan ada pasing lane kecepatan rata rata operasinya +- 25 km/jam" lanjut mas Damantoro saat sampai di Shelter Tosari, Sudirman yang disambut pak Prabu, Ka Humas Tije.
Sobat Pengguna Tije, itulah rangkaian acara singkat kami (Jum'at 21/10) yang memang semangat dan professionalism dari manajemen Tije yang luar biasa...
Sebagai info tambahan, belum lama di Balaikota dan Monas, (Rabu, 19/10) Tije diluncurkan Feeder Tj Cares untuk penyandang Disability disaksikan oleh Gubernur DKI Jakarta, bpk Basuki Tjahaya Purnama.
Terima kasih pak Dirut, pak Ka Humas dan jajaran Tije atas segala fasilitas dan layanan yang diberikan, ini membuktikan Tije memang BERANI BERUBAH...
Salam KOPI dan TDB...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Semoga Tije juga merambah ke pelosok bekasi dan depok. Biar semakin banyak penggunanya.
BalasHapusIlahi Amin.
BalasHapusKelihatannya sdh dilakukan ke arah sana..ada rute ke Bekasi via Tol
Skrg mahasiswa UNJ yg mau pulang menggunakan KRL dr Stasiun Sudirman dan Stasiun Manggarai jadi semakin cepat
BalasHapusSyukurlah,sesuai motonya "BERANI BERUBAH"
BalasHapus😍